Senin, 06 Maret 2006

Di Eropa, sebelum era percetakan modern, seni grafis (printmaking) tidak dikategorikan sebagai seni (art). Alasannya, seni grafis dianggap sebagai media komunikasi bagi penyebaran ajaran agama. Kemungkinan besar, pada Abad-18 hasil cetakan printmaking mulai dipertimbangkan sebagai karya "orisinil" seorang seniman. Dalam bahasa lain, diakui sebagai seni. Pandangan ini berangsur-angsur pudar sejak seniman terkemuka dunia memanfaatkan berbagai teknik cetak ini. Setelah Eropa, seniman di Amerika menegaskan...